Logo UIN Gus Dur

PERPUSTAKAAN

UIN K.H. Abdurrahman Wahid

Pekalongan (05/05/2024) – Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. bersama dengan Inayah Wulandari Wahid (putri bungsu K.H. Abdurrahman Wahid) melaunching K.H. Abdurrahman Wahid Corner, atau

disebut sebagai Gus Dur Corner, pada Minggu, 5 Mei 2024 di perpustakaan lantai 2. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh keduanya didampingi ketua senat, para wakil rektor, dan kepala perpustakaan. Acara dihadiri oleh budayawan Dr. Zastrow El Ngatawi, S.Ag, M.Si. Hadir pula menyaksikan acara ini, diantaranya para dekan dan ketua prodi, serta super team perpustakaan. Pada hari yang sama, Inayah dan Zastrow juga dijadwalkan mengisi acara Gelar Budaya dan Seminar Pemikiran Gus Dur dalam rangka Dies Natalis ke 27 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Kepala Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M, memandu langsung acara ini. Menurutnya, Gus Dur Corner merupakan perwujudan dari rencana dan strategis (Renstra) institusi sebagai salah satu hal yang perlu dicapai. Dengan adanya corner yang khusus menyajikan tentang figur K.H. Abdurrahman Wahid diharapkan para pemustaka akan semakin mengenal sosok Gus Dur dan menjadikannya sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat. Rektor menyambut baik dan mengapresiasi adanya Gus Dur Corner sebagai salah satu fasilitas dan layanan di perpustakaan. Ia menuturkan, anak muda zaman sekarang seharusnya mengenal serta mewarisi semangat dan perjuangan K.H. Abdurrahman Wahid.

Diwawancarai terpisah, Inayah Wahid mengungkapkan cita-cita K.H. Abdurrahman Wahid yang belum terwujud diharapkan dapat tercapai melalui Gus Dur Corner, dimana gagasan, pemikiran, kebijakan, bahkan tindakannya dapat diteruskan oleh generasi penerus bangsa. “Apapun upaya untuk menyemai dan menyebarkan gagasan Gus Dur, tentu saja kami sekeluarga benar-benar mendukung dan mengucapkan terima kasih,” terangnya.

Senada dengan Inayah akan ketertarikannya terhadap Gus Dur Corner, Zastrow El Ngatawi merasa takjub dan excited dengan fasilitas, suasana, serta seni yang disajikan dalam corner. Hal ini bisa menarik minat para mahasiswa, terutama Gen Z dan kaum milenial, untuk hadir berkunjung serta memanfaatkan tempat tersebut. “Semoga Gus Dur Corner bisa menjadi sumber inspirasi tentang pemikiran, gagasan, dan konstruksi paradigma dari Gus Dur,” harapnya. Bagi Zastrow, Gus Dur merupakan tokoh intelektual yang mengesankan karena dapat mempertautkan antara paradigma spiritualitas dan rasionalitas.

                                  

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid akan terus berupaya mengembangkan fasilitas dan layanan sesuai dengan kebutuhan penggunanya, termasuk menjadi sarana untuk mengembangkan bakat dan minat. Dengan adanya berbagai corner yang tersedia di perpustakaan, termasuk Gus Dur Corner, diharapkan pemustaka tidak hanya memanfaatkan layanannya saja, namun juga dapat memberdayakan dan meningkatkan kemampuan literasinya.

Penulis : Khusnu Asirah
Editor : Nani Nuryani