
Pekalongan (15/08/2024) - Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan mendelegasikan pustakawan untuk mengikuti kegiatan In House Training (IHT) Risk Management (Manajemen Risiko) yang diselenggarakan oleh
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Gusdur Pekalongan. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa-Kamis, 13-15 Agustus 2024 bertempat di Hotel Dafam Semarang dengan narasumber dari PT. Decra Group Indonesia, Jani Rahardjo, MBA. Tech, Ph.D, yang juga merupakan Dosen Universitas Petra Surabaya.
IHT ini merupakan salah satu kegiatan LPM yang berorientasi pada mutu institusi dan mengacu pada perbaikan mutu yang berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh tim LPM serta dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan UIN Gusdur Pekalongan yang menjadi tim Gugus Kendali Mutu (GKM) dari prodi/fakultas dan lembaga/unit masing-masing.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua LPM, Dr. Hj. Tri Astutik Haryati, M.Ag, mewakili Rektor UIN Gusdur Pekalongan yang berhalangan hadir. Dalam sambutan, Ketua LPM menjelaskan bahwa risiko adalah peristiwa yang dapat memiliki dampak terhadap upaya perguruan tinggi dalam mencapai tujuan. Dampak, meliputi peristiwa internal dan eksternal, yang dapat menjadi potensi terhalangnya tujuan organisasi tersebut harus diantisipasi. "Semoga apa yang dipelajari oleh seluruh peserta yang hadir dalam acara IHT ini dapat membawa institusi menuju UIN Gusdur Pekalongan yang unggul. Tidak semata-mata akreditasi perguruan tinggi saja, namun juga ada perubahan-perubahan yang signifikan," ungkapnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memahami dan menganalisis risiko, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perguruan tinggi untuk memberikan layanan kepada stakeholders.
Kegiatan IHT diawali dengan sesi pre test dan diakhiri dengan sesi summary dan post test. Selain menerima materi yang berkaitan dengan Risk Management, peserta juga memperoleh kesempatan melakukan presentasi untuk memaparkan sample Risk Register yang dihimpun dari lembaga/unit masing-masing. Jani Rahardjo, narasumber acara ini, mengungkapkan bahwa manajemen risiko bukan tentang kualitas. Untuk meningkatkan pengendalian risiko diperlukan pencarian terhadap opportunity yang digali dari pengetahuan yang seluas-luasnya melalui issue-issue internal maupun eksternal. "Risiko adalah dampak dari ketidakpastian dalam menentukan tujuan. Ketidakpastian kemungkinan kecil akan terjadi jika terdapat informasi sebanyak-banyaknya yang dibutuhkan," pungkasnya.
Â

Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai bagian integral dari perguruan tinggi turut berperan dalam mencapai tujuan institusi. Penyusunan Risk Register perpustakaan sangat diperlukan dalam upaya manajemen risiko terhadap Rencana dan Strategi (Renstra) yang telah ditetapkan. Dengan kegiatan IHT Risk Management ini diharapkan pustakawan dapat mempelajari dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sebagai upaya perpustakaan yang turut mendukung kemajuan institusi, disamping meningkatkan kompetensinya sebagai pengelola perpustakaan.
Penulis : Khusnu Asirah
Edoitor : Nani Nuryani