
Pekalongan (19/09/2024) - Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) 2024 pada Kamis, 19 September 2024 di Meeting Room Perpustakaan lantai 1.Â
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Gus Dur Pekalongan pada tanggal 9-20 September 2024 dengan auditee meliputi bagian rektorat, biro, fakultas, lembaga, dan semua unit di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan. Tim auditor dipimpin oleh Isriani Hardini, M.A, Ph.D dengan anggota berjumlah 6 orang. Sedangkan tim perpustakaan yang hadir diantaranya Kepala Perpustakaan, tim Unit Pengendalian Mutu (UPM), dan para koordinator bidang. Tujuan dilaksanakan AMI 2024 ini bertujuan mengevaluasi kinerja untuk menjaga kualitas mutu akademik.  Â
Kepala Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M, menyambut baik adanya pelaksanaan audit terhadap perpustakaan. Dalam sambutan, Junaeti menyatakan bahwa AMI bagi perpustakaan merupakan evaluasi keberlanjutan dari perencanaan agar dapat meningkatkan kinerja perpustakaan. “Perpustakaan sudah melakukan perencanaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Rencana Strategis (Renstra), dan standar akreditasi perpustakaan, jadi sudah seharusnya komponen-komponen yang dibutuhkan juga sudah terpenuhi dengan baik,“ paparnya. Namun dengan adanya standar baru akreditasi perpustakaan yang terdiri dari 9 komponen, maka perpustakaan harus berusaha mengupayakan secara maksimal untuk memenuhi komponen-komponen tersebut. AMI ini diharapkan menjadi sarana komunikasi antara perpustakaan dengan LPM, sehingga nantinya kritik atau saran yang disampaikan dapat meningkatkan kinerja perpustakaan.
Lead Auditor dari tim auditor AMI di perpustakaan, Hj. Isriani Hardini, M.A, Ph.D, dalam sambutan menyampaikan bahwa audit terhadap perpustakaan dimaksudkan untuk membantu perpustakaan agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan Renstra universitas yang dijadikan sebagai acuan dalam menyusun Renstra perpustakaan. Isriani menambahkan, “Audit ini tidak bermaksud men-judge atau mengkritik perpustakaan, namun di sini kita bisa sharing atau diskusi untuk mengkonfirmasi kegiatan yang sudah dilakukan selama 2024 ini.” Selain itu, AMI juga diharapkan dapat mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam audit ISO (The International Organization of Standardization) mendatang.
Melalui pelaksanaan audit ini, perpustakaan mendapatkan banyak masukan dari para auditor, terutama bagaimana mengelola manajemen risiko terhadap perpustakaan. Penyusunan risk register serta monitoring dan evaluasi (Monev) mutlak diperlukan untuk mengendalikan faktor risiko yang muncul dan mengevaluasi mitigasi yang dilakukan dalam pengelolaan perpustakaan. Upaya manajemen risiko terhadap Renstra perpustakaan yang telah ditetapkan ini diharapkan dapat mengevaluasi Renstra universitas yang juga berkesinambungan dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi.
Penulis : Khusnu Asirah
Editor : Nani Nuryani