Â
Pekalongan (29/11/2024) – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan untuk pertama kalinya membentuk komunitas baca bagi civitas akademika.Â
Komunitas baca yang diberi nama “Gus Dur Muda Membaca” ini diprakarsai oleh Duta Baca dan Sahabat Perpustakaan 2024, yaitu Muhammad Khoiru Royyan (HTN, Fasya), Lia Afiana (KPI, FUAD), dan Sakhat Maulidah (PAI, Pascasarjana). Temu perdana anggota komunitas dilaksanakan pada Kamis, 28 November 2024 di Ruang Seminar Perpustakaan lantai 3. Acara dihadiri oleh kepala perpustakaan, pembina komunitas, dan 18 orang mahasiswa anggota komunitas. Komunitas baca ini dibentuk dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan minat baca civitas akademika terutama mahasiswa di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan.
Kepala Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M, hadir langsung dan meresmikan Komunitas Gus Dur Muda Membaca. Dalam sambutan, Junaeti menyampaikan apresiasi kepada Duta Baca dan Sahabat Perpustakaan 2024 yang telah mengawali untuk membentuk komunitas baca di kampus melalui Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan. “Saya merasa bangga dengan teman-teman mahasiswa yang bersedia mencurahkan waktunya untuk mengikuti komunitas ini,” terangnya. Komunitas yang bersifat volunteer ini tentunya membutuhkan semangat dan kesadaran diri dari masing-masing anggotanya untuk menjadi penggerak bagi mahasiswa lain, sehingga komunitas ini diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi di UIN Gus Dur Pekalongan. Kegiatan membaca dewasa ini memang menjadi suatu tantangan tersendiri, karena bahan bacaan saat ini tidak hanya dalam bentuk fisik, namun juga tersedia dalam bentuk digital. Dengan adanya komunitas baca, kegiatan membaca akan menjadi rutinitas yang digemari oleh mahasiswa.
Dalam sesi pemaparan tentang Komunitas Gus Dur Muda Membaca, Duta Baca menjelaskan bahwa komunitas baca yang dibentuk merupakan salah satu program kerja Duta Baca dan Sahabat Perpustakaan tahun 2024 yang terpilih pada bulan Oktober lalu. Dengan latar belakang masih terbatasnya budaya diskusi di lingkungan kampus UIN Gus Dur Pekalongan dan belum adanya komunitas diskusi yang dapat menampung mahasiswa yang gemar membaca buku, sehingga kehadiran komunitas baca ini sangat dibutuhkan. “Perpustakaan merupakan sentra pendidikan, sehingga dengan adanya komunitas yang dibentuk melalui perpustakaan akan muncul budaya diskusi yang menyatukan semuanya,” ujar Lia Afiana, Duta Baca Perpustakaan 2024.
Muhammad Khoiru Royyan, Duta Baca Perpustakaan 2024, juga menjelaskan bahwa pendaftaran anggota komunitas baca tidak terdapat batasan waktu dan jumlah anggota. Mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan dapat mendaftar menjadi anggota setiap waktu dan dapat mengikuti kegiatan yang diadakan oleh komunitas baca dengan tetap menyesuaikan jadwal perkuliahan mereka. Â Â Â Â
Dalam temu perdana ini juga dilakukan pemilihan pengurus Komunitas Gus Dur Muda Membaca. Duta Baca dan Sahabat Perpustakaan 2024 disepakati menjadi pengurus utama komunitas, selain itu terdapat 4 orang anggota yang menjadi pengurus harian dan 15 orang anggota terbagi dalam Divisi Kominfo, Divisi Literasi, dan Divisi Pendidikan. Adapun pembina komunitas baca sekaligus penanggung jawab Duta Baca dan Sahabat Perpustakaan 2024 yaitu Khusnu Asirah, S.I.Pust. (Bid. Layanan Pemustaka) dan Ridho Aji Anggana, S.I.Pust. (Bid. Pengembangan SDM). Mahasiswa yang telah bergabung dalam grup online komunitas baca sebanyak 95 orang, sedangkan anggota yang tercatat telah melakukan registrasi sebanyak 65 orang hingga 28 November 2024. Â Â
Link Pendaftaran dan Registrasi Komunitas Gus Dur Muda Membaca : https://bit.ly/KomunitasPembaca2024Â
 Â
Penulis : Khusnu Asirah
Editor   : Nani Nuryani