
Pekalongan (31/07/2025) – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menjadi pelaksana kegiatan Seminar Nasional dan Bedah Buku “Studi Filologi-Historis Sumber-Sumber Primer Historiografi Wali Sanga” yang diselenggarakan oleh
UIN Gus Dur Pekalongan. Acara yang mengangkat tema “Kajian Wali Sanga dan Pemikiran Gus Dur” ini digelar pada Kamis, 31 Juli 2025 di ruang seminar perpustakaan lantai 3 dengan peserta sebanyak 100 orang dari kalangan sivitas akademika dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan. Gelaran ini menghadirkan penulis langsung sebagai narasumber, Prof. Dr. K.H. Ahmad Baso, M.A. (Peneliti Manuskrip Nusantara) yang disandingkan dengan Dr. Nanang Hasan Susanto, M.Pd.I (Sekretaris LP2M UIN Gus Dur Pekalongan) sebagai moderator.
Dalam sambutan Rektor UIN Gus Dur Pekalongan yang disampaikan melalui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Nur Kholis, M.A, dijelaskan bahwa buku yang akan dibedah kali ini merupakan buku yang mengkaji teks-teks lama sehingga dapat menjadi sumber informasi yang besar manfaatnya bagi para peserta. “Pesan saya, informasi apapun yang akan kita dapatkan baik dari ilmu pengetahuan dan agama, niatkan untuk membuat diri kita terbebas dari pikiran dan perasaan yang menjajah diri kita sendiri. Do the best now, setiap saat harus fokus melakukan yang terbaik, karena akan berdampak pada banyak hal,” ungkap Wakil Rektor I. Menurutnya, untuk menjadi pribadi yang powerful, maka seseorang harus percaya diri, menyelaraskan antara pikiran dan perasaan, serta menyandarkan diri hanya pada Allah Swt. Pendapat ini sama halnya seperti mewujudkan harmonisasi sains dan agama yang menjadi cita-cita hampir seluruh kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Dr. Nanang dalam pengantarnya sebagai moderator, menyampaikan ulasan buku yang akan dibedah kali ini merupakan referensi utama yang sangat penting dalam memahami jati diri kita, baik kaitannya dengan nusantara, keberagaman, dialektika, identitas yang menentukan cara berpikir kita, hingga menentukan proyeksi dan pandangan kita terhadap kehidupan ini. “Buku ini akan membuka tabir sejarah. Sejarah itu, seperti banyak dikatakan ilmuwan kritis, merupakan milik para penguasa, sehingga apa yang dipahami ditentukan oleh kepentingan para penguasa. Untuk membuka sejarah harus menggunakan pendekatan keilmuan, netral, dan objektif,” paparnya.
Inti acara seminar nasional dan bedah buku ini adalah pada saat pemaparan narasumber yang mengulas tentang pemikiran Gus Dur dan kajian Wali Sanga antara tradisi dan masa depan. Prof. Baso menjelaskan bahwa ide-ide Gus Dur yang dikembangkan dari pemikiran tentang pribumisasi Islam, Islam sebagai faktor komplementer bagi kebangsaan, dan Islam sebagai etika sosial menjadi akar dan jangkar dalam tradisi Islam nusantara Wali Sanga. Selain itu, juga terdapat faktor lain yang berpengaruh, yaitu integrasi perjuangan Islam ke dalam perjuangan nasional dan diferensiasi wewenang agama dan wewenang negara. “Buku yang saya tulis ini berisi studi filologi-historis historiografi Wali Sanga yang tujuannya untuk melacak sumber-sumber otentik Wali Sanga,” tandasnya. Akar pemikiran Gus Dur tentang Wali Sanga kemudian menjadi tradisi sebagai pondasi berbangsa dan bernegara. Dalam kesimpulannya, Prof. Baso berpendapat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang merawat memori peradabannya.

Acara ditutup dengan diskusi bersama narasumber. Para peserta tampak antusias meskipun kesempatan cukup terbatas. Narasumber juga memberikan kesempatan pada peserta yang ingin memiliki buku-buku karya Prof. Baso, mengabadikan tanda tangan dan momen bertemu langsung dengan penulis buku.
Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan memainkan peran sentral sebagai unit literasi informasi di kampus UIN Gus Dur Pekalongan. Penyelenggaraan berbagai program literasi informasi, diantaranya kegiatan bedah buku, menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran dalam berliterasi. Dengan peningkatan partisipasi sivitas akademika dalam kegiatan literasi informasi di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan akan membantu mereka menjadi warga negara yang lebih aktif dan bertanggung jawab.
Penulis : Khusnu Asirah
Editor : Nani Nuryani