Â

Pekalongan (07/08/2025) - Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) tahun 2025 pada Kamis, 7 Agustus 2025 di meeting room perpustakaan lantai 1. Kegiatan yang diselenggarakan oleh
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Gus Dur Pekalongan selama 5-19 Agustus 2025 ini dilaksanakan di seluruh fakultas, unit, dan lembaga dalam rangka demi terwujudnya budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan. Tim auditor untuk perpustakaan, diantaranya Drajat Setiawan (ketua), Andung Dwi Haryanto, Dwi Novaria Misidawati, Mochamad Iskarim, dan Sulistiyono. Hadir pula tim perpustakaan, diantaranya kepala perpustakaan, tim Unit Pengendalian Mutu (UPM), dan para koordinator bidang.
Proses audit meliputi evaluasi terhadap berbagai aspek, termasuk standar layanan, pengelolaan koleksi, sarana dan prasarana, hingga pemanfaatan teknologi informasi. Kepala Perpustakaan, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M, menyambut baik pelaksanaan audit ini. Menurutnya, perpustakaan mendapatkan banyak masukan dari audit untuk perubahan yang lebih baik. “Perpustakaan sebagai salah satu garda untuk terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga perpustakaan perlu ikut berproses, memberikan layanan yang dibutuhkan sivitas akademika,“ ungkapnya. Dengan adanya audit dan koreksi dari stakeholder, akan membantu perpustakaan untuk lebih baik lagi dalam memberikan layanan sesuai kebutuhan sivitas akademika dan stakeholder.
Ketua tim auditor AMI, Drajat Setiawan, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya audit sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu perguruan tinggi. “Perpustakaan sudah luar biasa dengan hasil akreditasinya. Harapannya audit ini dapat objektif, berfokus pada prinsip ISO, dan dapat menjadi bahan untuk refleksi bersama,” ujarnya. AMI merupakan proses evaluasi dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Selain evaluasi, AMI juga sebagai sarana perbaikan berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Mochamad Iskarim, S.Pd.I, M.S.I, evaluator dari LPM, menyampaikan bahwa AMI bukan untuk menghakimi atau mencari kesalahan. “AMI sebagai sarana untuk melihat sisi mana dari kampus UIN Gus Dur yang perlu dikembangkan, bila ada sesuatu yang belum dikembangkan dalam perspektif ISO,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa kampus UIN Gus Dur Pekalongan berkomitmen untuk memiliki sertifikat ISO 21001:2018. Dengan demikian, indikator-indikator terkait hal tersebut harus dijalankan oleh sivitas akademika di seluruh fakultas, unit, dan lembaga di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan.
Melalui pelaksanaan audit ini, perpustakaan mendapatkan masukan dari para auditor, diantaranya evaluasi kembali terhadap masukan-masukan pada AMI sebelumnya. Kegiatan audit di perpustakaan berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini diharapkan bisa menghasilkan suatu perbaikan untuk masa depan perpustakaan sebagai supporting system bagi universitas.
Penulis : Khusnu Asirah
Editor : Nani Nuryani