
Pekalongan (22/08/2025) – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menyambut baik undangan acara Konsolidasi Gus Dur Corner dan Center secara online melalui platform zoom meeting pada Jum’at, 1 Agustus 2025. Agenda yang
dilaksanakan oleh Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian ini mempertemukan Gus Dur Corner dan Center, Seknas, serta Koordinator Wilayah (Korwil) guna membahas posisi dan kolaborasi Gus Dur Corner dan Center dalam gerakan Gusdurian di masa mendatang. Perpustakaan berkesempatan mengenalkan Gus Dur Corner yang tersedia sebagai fasilitas dan layanan di Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan kepada perwakilan perguruan tinggi lainnya yang turut hadir, sekaligus sharing best practice di kampus masing-masing.
Kepala perpustakaan, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M, berbagi praktik terbaik dalam mengelola Gus Dur Corner melalui paparan singkat yang diwakili oleh Koordinator Pengembangan SDM Perpustakaan, Khusnu Asirah, S.I.Pust (pustakawan). Dalam pemaparannya, Khusnu mengenalkan Gus Dur Corner yang ada di perpustakaan diresmikan secara langsung oleh Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. bersama dengan Inayah Wulandari Wahid (putri bungsu K.H. Abdurrahman Wahid) pada 5 Mei 2024. Peresmian ini juga dihadiri oleh budayawan Dr. Zastrow El Ngatawi, S.Ag, M.Si. dan beberapa pimpinan di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan. “Gus Dur Corner di kampus kami masih terbatas pemanfaatannya hanya sebagai ruang membaca, diskusi, dan berkarya untuk sivitas akademika. Sejauh ini belum ada program kegiatan yang melibatkan mahasiswa jaringan Gusdurian atau kolaborasi Gus Dur Center,” ungkapnya. Ruang Gus Dur Corner yang ditampilkan tampak dipenuhi dengan nuansa profil Gus Dur dilengkapi dengan koleksi buku cetak tentang Gus Dur, karya Gus Dur, dan beberapa lainnya berkaitan dengan Gus Dur.  Â
K.H. Marzuki Wahid, Rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), dalam sambutannya mengemukakan alasan Gus Dur menjadi tokoh yang dipilih untuk dilanjutkan perjuangannya. Gus Dur adalah Presiden ke empat Republik Indonesia (RI) yang pemikiran dan gerakannya masih hidup serta relevan untuk kondisi hari ini dan masa depan. “Tugas kita memelihara, mengembangkan, menteorisasikan, dan menerapkan pemikiran dan gerakan Gus Dur untuk peradaban manusia yang adil dan bermartabat,” ungkap Marzuki. Sejalan dengan tujuan ini, maka antara pusat studi Gus Dur dengan Gus Dur Corner harus saling mendukung. Gerakan Gus Dur juga harus sejalan dan dilandasi dengan pemikiran Gus Dur. Â
 
Sebagai sesi penutup, perwakilan Gus Dur Corner dan Center, serta sekolah pemikiran Gus Dur dipisahkan dalam grup diskusi berbeda. Dalam grup Gus Dur Corner, perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan memperoleh banyak masukan dari pengelola Gus Dur Corner pada perguruan tinggi lain, diantaranya UIN KHAS Jember, yang membangun jejaring komunitas dan kolaborasi kegiatan dengan komunitas atau lembaga lain melalui Gus Dur Corner untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan UIN Salatiga, dengan anggaran yang terbatas namun tetap dapat melakukan kegiatan-kegiatan melalui Gus Dur Corner, seperti diskusi buku membahas tentang pemikiran Gus Dur sebanyak 25 batch, menelusuri sejarah kota Salatiga, hingga kolaborasi lintas iman.
Gus Dur Corner dan Center merupakan bagian integral dari komunitas Gusdurian, sehingga pembagian peran yang jelas sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih satu sama lain. Pembagian peran dan pola gerakan harus selaras dan saling mendukung antara Gusdurian dengan Gus Dur Corner dan Center agar lebih efektif.
Pengembangan Gus Dur Corner di Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan merupakan ruang implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan pemikiran Gus Dur. Tidak hanya sebagai pusat studi semata, namun juga sebagai pusat pergerakan bagi akademisi sehingga berdampak positif bagi lingkungan kampus dan sekitarnya. Â
Penulis : Khusnu Asirah
Editor : Nani Nuryani