Logo UIN Gus Dur

PERPUSTAKAAN

UIN K.H. Abdurrahman Wahid

Pekalongan (12/09/2025) – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menyelenggarakan acara bedah buku dalam rangkaian kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2025. Berbeda dengan acara bedah buku lainnya, kali ini perpustakaan

menghadirkan langsung sembilan penulis buku antologi sebagai narasumber utama. Acara yang dilaksanakan pada Jum’at, 12 September 2025 bertempat di Social Area perpustakaan lantai 1 ini dipandu oleh Duta Baca dan Sahabat Perpustakaan 2025, serta diikuti oleh 80 orang peserta. Adapun buku yang dibedah berjudul “Remaja dan New Media: Esai-esai Reflektif Tantangan Era Digital”, merupakan karya antologi dari mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan sekaligus sebagai santri pondok pesantren GSM (Griya Santri Mahabbah).       

Kepala perpustakaan, Hj. Junaeti S.Sos, M.M, dalam kesempatan menyambut para peserta, menyampaikan bahwa acara bedah buku ini menjadi salah satu rangkaian acara Hari Kunjung Perpustakaan. Ia mengapresiasi para penulis atas keberhasilan menerbitkan sebuah karya bersama yang tentunya akan bermanfaat bagi mahasiswa lainnya. “Bedah buku dari mahasiswa untuk mahasiswa seperti ini seharusnya bisa menjadi budaya akademik di lingkungan kampus kita,” tutur Junaeti. Harapannya, karya antologi para penulis yang berasal dari mahasiswa ini akan memotivasi kreativitas sivitas akademika dalam bidang kepenulisan.     

Duta Baca Perpustakaan 2024, M. Khoirru Royyan (HTN-FASYA) dan Lia Afiana (KPI-FUAD), yang bertindak sebagai pembedah buku mengungkapkan pendapat masing-masing terhadap isi buku yang tengah dikaji. Royyan mengungkapkan ketertarikannya terhadap tema-tema esai yang diangkat masing-masing penulis, khususnya esai dengan judul “Bukan Pencari Ilmu Tapi Penunggu Ilmu” karya Eka Zahrina Khairani, karena sesuai dengan kehidupan pribadinya yang saat ini tengah menuntut ilmu di pondok pesantren. Royyan menyajikan perbandingan esai tersebut dengan buku berjudul senada yang sedang ditulisnya, dimana pada esai menjelaskan detail tentang orang yang mencari ilmu sedangkan ia masih memiliki banyak pertanyaan terhadap ide tulisan yang berkaitan dengan seorang santri, yang dianggap dekat dengan sebutan para pencari ilmu.   

Berbeda dengan Lia yang lebih menyoroti tujuan yang mungkin ingin dicapai para penulis melalui ide-ide tulisan yang dikembangkan. Menurut Lia, masing-masing penulis fokus membahas keterkaitan remaja dengan media terutama berbagai jenis platform digital yang marak digunakan oleh para remaja, manfaat, tantangan, dan ancamannya. Ia mengungkapkan kelebihan seluruh penulis yang lengkap dalam menyajikan pembahasan tema disertai solusi-solusi yang mungkin dapat ditempuh oleh para pembaca terhadap permasalahan yang mungkin dihadapi pada era digital saat ini.     

Inti acara bedah buku ini terdapat pada pemaparan sembilan penulis yang menjadi narasumber. Sembilan penulis yang hadir dari keseluruhan penulis yang berjumlah 18 orang ini, diantaranya Aisyah Nurul ‘Aini, Tsania Arifada, Umi Hanifah, Ratna Juwita, Maryam Febriani, Anna Meiliana, Azelia Syifa Nurdin, Aniq Farkhanah, dan Eka Zahrina Khairani. Selain pemaparan menyeluruh tentang isi buku Remaja dan New Media, masing-masing penulis berkesempatan menjelaskan esai yang ditulis dan proses perjalanan mereka menyelesaikan tulisan hingga terbit buku antologi. Para penulis yang juga merupakan santri GSM ini juga membagikan pengalaman dan pencapaian mereka dalam bidang kepenulisan yang didapat melalui program kelas menulis di GSM, dibimbing langsung oleh pengasuh ponpes sekaligus Dosen UIN Gus Dur Pekalongan, Dr. K.H. Arif Chasanul Muna, Lc, M.A.     

Sahabat Perpustakaan 2024, Sakhat Maulidah (MPAI-Pascasarjana), yang menjadi pemandu acara ini menutup acara dengan tanya-jawab bersama narasumber. Para peserta antusias meskipun kesempatan terbatas. Narasumber juga memberikan kesempatan pada peserta yang ingin memiliki buku-buku karya santri GSM dapat menghubungi mereka atau berkunjung langsung ke ponpes.

Bedah buku antologi yang merupakan karya dari banyak penulis menjadi wacana baru bagi Perpustakaan UIN Gus Dur Pekalongan dalam menyediakan kajian literasi informasi kepada sivitas akademika. Karya-karya kepenulisan mahasiswa adalah kekayaan intelektual tersendiri bagi perguruan tinggi yang dapat memacu motivasi para mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan produktif menulis. Perpustakaan akan terus berupaya menyajikan ruang bagi para penulis mahasiswa sehingga karya mereka dapat dimanfaatkan oleh para pembaca.   


Penulis : Khusnu Asirah

Editor : Nani Nuryani