Logo UIN Gus Dur

PERPUSTAKAAN

UIN K.H. Abdurrahman Wahid

Pekalongan (14/11/2025) – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan kembali menjadi pelaksana kegiatan Bedah Buku yang diselenggarakan oleh UIN Gus Dur Pekalongan. Bedah buku berjudul Teladan dari Rumah Ulama: Catatan Gus Umar

Wahid tentang Kiai Wahid, Nyai Sholihah dan Putra-Putrinya” ini digelar pada Jum’at, 14 November 2025 di Social Area perpustakaan lantai 1, dihadiri oleh 200 orang peserta dari sivitas akademika UIN Gus Dur Pekalongan dan peserta dari luar kampus. Gelaran yang mengangkat tema “Literasi dari Rumah Ulama: Membedah Teladan Pendidikan Karakter, Ilmu, dan Adab dalam Keluarga Ulama” ini menghadirkan penulis dan editor langsung sebagai narasumber, yaitu dr. K.H. Umar Wahid dan Dr. H. Imam Anshori Shaleh, S.H, M.Hum. Bertindak sebagai pembedah buku adalah Dr. Kurdi, M.Si, sedangkan moderator acara ialah Tsalis Syaifuddin, M.Si, yang keduanya merupakan Dosen UIN Gus Dur Pekalongan.

Dalam sambutan Rektor UIN Gus Dur Pekalongan sekaligus membuka acara, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, mengapresiasi Kepala Perpustakaan, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M. dan tim perpustakaan yang telah menginisiasi terselenggaranya acara bedah buku. “Bersyukur karena bisa bermuwajahah langsung dengan Gus Umar Wahid, salah satu inti keluarga Gus Dur sekaligus dokter pribadi beliau,” tuturnya. Gus Umar Wahid merupakan adik kandung dari K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan putra dari K.H. Wahid Hasyim dan Ny. Siti Sholehah. Menurut rektor, Gus Umar Wahid adalah orang yang paling memahami Gus Dur dan terkait nama Gus Dur karena paling lama mendampingi Presiden Republik Indonesia ke-4 ini.

Rektor juga menceritakan perjalanan UIN Gus Dur Pekalongan sejak awal berdiri hingga saat ini, dimana berkat nama Gus Dur yang disematkan pada UIN Pekalongan yang baru mulai tumbuh hingga dapat berkembang setara dengan Universitas Islam Negeri (UIN) yang lainnya, baik dari segi prestasi akademik dan non-akademik, maupun sarana prasarana, pelayanan, dan sebagainya. Bedah buku yang lahir dari enam sosok hebat keluarga Gus Dur ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa. “Peserta bedah buku kali ini sangat beruntung karena dapat mendengarkan cerita yang akan disampaikan langsung oleh narasumber. Sekilas buku ini enak dibaca, karena bahasanya runtut dan ceritanya sangat jelas, sehingga tidak terlalu banyak menggerakkan pikiran untuk memahaminya,” ungkap Rektor.                

Acara bedah buku yang dipandu Tsalis Syaifuddin ini diawali dengan ulasan proses kreatif penulisan buku oleh editor, Imam Anshori Shaleh, yang memberikan motivasi pada Gus Umar Wahid untuk menerbitkan buku, yang merupakan catatan pribadi tentang keluarganya. Inti acara bedah buku ini terdapat pada pemaparan Gus Umar Wahid sebagai penulis yang menceritakan isi dari buku Teladan dari Rumah Ulama tentang kisah nyata kehidupan keluarga K.H. Wahid Hasyim dan Nyai Siti Sholehah serta enam anaknya, yaitu Abdurrahman Wahid, Aisyah Hamid Baidlowi, Salahuddin Wahid, Umar Wahid, Lily Chodijah Wahid, dan Hasyim Wahid. Kurdi, sebagai pembedah buku, mengkritisi wasiat penting Kyai Wahid Hasyim kepada anak-anaknya agar tidak hanya menjadi seorang kyai, namun juga memiliki profesi-profesi lain yang pada akhirnya mengantarkan mereka menjadi orang-orang yang hebat dan sukses.

 

Acara ditutup dengan tanya-jawab bersama narasumber. Para peserta tampak antusias meskipun kesempatan cukup terbatas. Peserta juga berkesempatan memiliki buku karya Gus Umar Wahid, mengabadikan tanda tangan, dan mendokumentasikan momen dengan beliau. Acara bedah buku kali ini berlangsung dengan hangat dan penuh inspirasi.    

Perpustakaan memiliki peran penting dalam mengembangkan literasi pendidikan di kampus UIN Gus Dur Pekalongan. Penyelenggaraan bedah buku menjadi kegiatan literasi informasi yang cukup diminati oleh sivitas akademika untuk meningkatkan kesadaran berliterasi. Dengan peningkatan partisipasi sivitas akademika dalam kegiatan bedah buku di lingkungan UIN Gus Dur Pekalongan, dapat memberikan dukungan positif terhadap peningkatan tradisi berpikir kritis dalam membaca dan memahami sebuah karya.    


Penulis : Khusnu Asirah

Editor : Nani Nuryani