
Pekalongan (04/12/2025) – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan kembali menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku dengan judul “Neng Ning Nung Nang: Filosofi Jawa Kuna yang Menjawab Keresahan Manusia Modern” pada Kamis,
4 Desember 2025 di Social Area perpustakaan lantai 1. Acara yang mengangkat tema “Menggali Kearifan Jawa Kuna untuk Menjawab Keresahan Manusia Modern” ini merupakan hasil kerjasama Perpustakaan UIN Gus Dur dengan beberapa pihak, antara lain Penerbit Mahadaya, Penerbit Gramedia, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Gus Dur, Universitas Muhammadiyah Pekajangan-Pekalongan (UMPP), dan Sekolah Kehidupan Persaudaraan Matahari. Penulis buku, Setyo Hajar Dewantoro, hadir sebagai narasumber utama, sedangkan bertindak sebagai moderator yaitu Arditya Prayogi, M.Hum (Dosen UIN Gus Dur). Acara dihadiri oleh 160 orang peserta dari sivitas akademika UIN Gus Dur dan masyarakat umum, serta lebih dari 125 orang secara online melalui platform zoom meeting. Â
Melalui laporan Kepala Perpustakaan, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M, yang diwakili oleh Fatonah, S.Kom (Pustakawan), menyampaikan bahwa acara bedah buku dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca, menambah wawasan sivitas akademika, dan meningkatkan literasi informasi. “Kegiatan bedah buku ini menjadi ruang penting untuk menggali kembali kebijaksanaan Jawa kuno yang tersimpan dalam konsep “Neng Ning Nung Nang” sebuah filosofi yang mengajarkan ketenangan, kontemplasi, kehati-hatian dalam bertindak, hingga kedalaman makna spiritual,” terangnya. Melalui dialog dan diskusi dalam acara ini, diharapkan peserta dapat memahami bahwa nilai-nilai tradisi tidaklah ketinggalan zaman, tetapi justru relevan dan mampu menjadi panduan bagi manusia modern dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat. Â
Sementara itu, Kepala Perpustakaan UMPP, Dr. Usamah bin Said, S.E, M.Si, merasa terhormat dengan adanya undangan sekaligus kerjasama kegiatan dari Perpustakaan UIN Gus Dur ini. “Dengan dibangkitkannya acara bedah buku, diharapkan memberikan semangat bagi kita untuk melakukan banyak kegiatan literasi yang menjadi aktivitas utama di perpustakaan,” ungkapnya. Usamah juga berharap agar kerjasama ini menjadi bagian penting dari kerjasama selanjutnya dalam rangka meningkatkan visi misi perpustakaan masing-masing. Â
Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Nur Kholis, M.A, menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara bedah buku. Wakil Rektor menjelaskan sekilas tentang pemahamannya terhadap isi buku yang akan dibedah kali ini. “Filosofi “Neng Ning Nung Nang” memahamkan kita bahwa semua yang kita lakukan berkaitan dengan perbaikan, perubahan, atau peningkatan apapun itu harus melewati proses filosofi tersebut,” ujarnya. Harapannya, pada kesempatan lain akan ada pengkajian yang lebih dalam lagi mengenai filsafat dalam buku ini dikaitkan dengan visi institusi, yaitu menjadikan sains agama memiliki hubungan yang harmonis dan menguatkan sehingga bermanfaat bagi sivitas akademika dan berdampak pada masyarakat sekitar. Â

Acara bedah buku diawali dengan ulasan isi buku oleh narasumber. Setyo Hajar Dewantoro menjelaskan bahwa filosofi Jawa bukan sekadar ajaran moral yang kuno, namun merupakan nilai-nilai kebijaksanaan para leluhur yang masih relevan dan dapat menjadi pedoman hidup. Acara inti diisi dengan diskusi interaktif bersama narasumber. Para peserta menyampaikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan penerapan nilai-nilai Jawa dalam kehidupan modern, khususnya di lingkungan akademik dan masyarakat. Acara turut dimeriahkan dengan bazar buku oleh penerbit Gramedia, termasuk menyajikan buku yang tengah dibedah tersebut. Â Â Â Â
Hadirnya acara bedah buku dengan tema kali ini di tengah derasnya arus kehidupan modern dapat membuka wawasan dan inspirasi untuk menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menghidupkan kembali filosofi luhur, diharapkan dapat menapaki hidup dengan lebih bijaksana, damai, dan selaras dengan jati diri kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya. Penyelenggaraan bedah buku kali ini menjadi kegiatan literasi informasi yang dapat memberikan dukungan positif terhadap peningkatan tradisi berpikir kritis dalam membaca sebuah karya, sekaligus menegaskan peran perpustakaan sebagai ruang edukasi, inspirasi, dan pelestarian budaya.
Penulis : Khusnu Asirah
Editor : Nani Nuryani