Logo UIN Gus Dur

PERPUSTAKAAN

UIN K.H. Abdurrahman Wahid

Pekalongan (19/12/2025) – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Public Hearing Pengembangan Perpustakaan untuk menghimpun masukan, aspirasi, dan rekomendasi dari

sivitas akademika dalam rangka merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan perpustakaan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan akademik. Kegiatan dilaksanakan pada Jum’at, 19 Desember 2025 di Ruang Seminar Perpustakaan lantai 3 dengan mengundang perwakilan sivitas akademika dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Hadir pada acara ini sejumlah 50 orang peserta, diantaranya ketua prodi dan kepala bagian tata usaha dari seluruh fakultas dan pascasarjana, ketua lembaga, kepala unit, perwakilan mahasiswa dari SEMA, DEMA, Duta Perpustakaan dan Duta Baca 2025, serta perwakilan dari tim perpustakaan.

Kepala Perpustakaan, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M, dalam sambutan menjelaskan maksud diadakannya kegiatan FGD ini, antara lain untuk melakukan evaluasi perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan sivitas akademika. “Adanya perubahan paradigma perpustakaan yang baru, sehingga perkembangan perpustakaan sekarang ini 70% dimanfaatkan untuk knowledge sharing,” tuturnya. Tuntutan zaman dan perkembangan teknologi yang pesat sangat berpengaruh terhadap transformasi perpustakaan. Menurut Junaeti, perpustakaan masih jauh dari kata ideal dalam memenuhi kebutuhan seluruh prodi di UIN Gus Dur selama melakukan proses pembelajaran ini. Sehingga kegiatan ini menjadi tambahan energi bagi perpustakaan untuk melakukan inovasi di tahun 2026 mendatang dan seterusnya. Masukan dari sivitas akademika dapat menjadi kritik dan saran yang membangun guna meningkatkan kinerja perpustakaan secara bertahap sesuai dengan sumber daya dan finansial yang ada.  

Acara yang dipandu oleh Nani Nuryani, S.Hum. (pustakawan) ini diisi dengan paparan singkat tentang Perpustakaan UIN Gus Dur oleh kepala perpustakaan. Pada sesi ini dijelaskan tentang profil, koleksi, fasilitas, layanan, dan kegiatan literasi informasi perpustakaan. Peserta FGD berkesempatan berdiskusi langsung dengan tim perpustakaan, juga memberikan masukan sebagai bahan evaluasi perpustakaan untuk peningkatan layanan ke depan. Di akhir acara, para peserta diminta menuliskan masukan atau kebutuhan untuk perbaikan dan pengembangan perpustakaan, serta kritik/saran untuk kegiatan FGD kali ini.     

Perpustakaan memperoleh banyak masukan dari tiap perwakilan peserta FGD. Beberapa hal yang menjadi catatan perpustakaan, diantaranya bahwa Perpustakaan UIN Gus Dur harus lebih masif lagi dalam mempromosikan seluruh sumber daya yang tersedia, melengkapi lebih banyak layanan berbasis digital/online, dan memperbanyak kegiatan literasi informasi untuk meningkatkan kemampuan literasi sivitas akademika. Dengan kegiatan FGD ini, perpustakaan dapat memahami kebutuhan pemustaka apa saja yang belum terpenuhi dengan maksimal sehingga ke depannya dapat diusahakan dan ditingkatkan agar lebih baik lagi. Perpustakaan UIN Gus Dur akan terus bertransformasi dengan melakukan inovasi menyesuaikan tantangan teknologi dan perubahan generasi. 


Penulis : Khusnu Asirah

Editor : Nani Nuryani