
Pekalongan (27/02/2026) – Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menggelar kegiatan Khotmil Qur’an spesial bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan mengundang Mudhir Ma’had Al Jami’ah. Acara dilaksanakan pada Jum’at, 27 Februari 2026
bertempat di Social Area perpustakaan lantai 1 dihadiri oleh kepala perpustakaan dan seluruh tim. Khotmil Qur’an ini merupakan salah satu kegiatan rutinan Jum’at perpustakaan yang diadakan sebulan sekali khususnya pada hari Jum’at akhir bulan. Selain Khotmil Qur’an, kegiatan lain yang dilaksanakan diantaranya pembacaan Yasin dan Tahlil serta kitab Barzanji. Rutinan Jum’at dilaksanakan dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi keluarga besar perpustakaan, membentuk karakter religius di lingkungan perpustakaan, dan menghidupkan syiar Islam di lingkungan UIN Gus Dur.
Kepala Perpustakaan UIN Gus Dur, Hj. Junaeti, S.Sos, M.M, mendukung pelaksanaan kegiatan rutinan Jum’at sebagai bagian dari program kegiatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perpustakaan. Menurut Junaeti, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan spiritual, tetapi juga berperan dalam membangun karakter, memperkuat nilai kebersamaan, serta meningkatkan budaya kerja yang harmonis dan produktif. “Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan seluruh tim perpustakaan dapat meningkatkan semangat kerja yang dilandasi nilai keagamaan dan kebersamaan,” ujarnya.
Acara Khotmil Qur’an menghadirkan Mudhir Ma’had Al-Jamiah UIN Gus Dur, Ky. Abdul Aziz, M.Ag. Dalam Mauidhotul Khasanah (baca: nasihat yang baik), ia menjelaskan tentang bulan Ramadhan yang terbagi dalam tiga fase, dimana sepuluh hari pertama adalah fase rahmat (kasih sayang), sepuluh hari ke dua adalah fase maghfirah (ampunan), dan sepuluh hari terakhir adalah fase itqun minan naar (pembebasan dari api neraka). Kyai Aziz juga menggambarkan tentang kehidupan antarmanusia yang saling berkaitan satu sama lain. Harapan manusia yang satu terkadang bukan merupakan harapan manusia yang lain karena di satu sisi ia menjadi nikmat bagi seseorang, namun ternyata hal tersebut bukan sesuatu nikmat bagi orang lain. “Inti kehidupan ini adalah syukur, sabar, dan ridho,” terangnya. Sikap syukur, sabar, dan ridho merupakan sikap utama seorang mukmin. Dengan bersyukur atas nikmat yang diberikan, bersabar dengan ujian atau musibah, serta ridho atas ketetapan Allah, maka hati menjadi lebih tenang, ujian terasa lebih ringan, hidup penuh dengan keberkahan, dan akan menemukan kedamaian sejati. Pada hakikatnya, selama seseorang tetap menjadi umat Rasulullah Muhammad Saw, Allah Swt. akan terus menjamin rezekinya.

Acara rutinan Jum’at di bulan Ramadhan ini berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Selain Mauidhotul Khasanah, kegiatan yang dipandu Markholis, S.Ag. ini diisi dengan pembacaan do’a Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh M. Maulana Fakih dan Mustafidin. Seluruh tim perpustakaan sebelumnya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an masing-masing satu juz. Dengan membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an bersama ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan mempererat rasa kekeluargaan seluruh tim.
Perpustakaan UIN Gus Dur dalam upaya pengembangan SDM tidak hanya melalui kegiatan kepustakawanan saja, namun juga melalui kegiatan pembangunan spiritual untuk membentuk pribadi yang berakhlak dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, sehingga memiliki etos kerja yang baik. Dengan dilaksanakannya kegiatan rutinan Jum’at ini diharapkan dapat menumbuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dengan kematangan emosional secara spiritual.
Penulis : Khusnu Asirah
Editor : Nani Nuryani